Generalisasi Itu Menyenangkan
Generalisasi dalam bahasa intelek adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. (Wikipedia) Dalam bahasa sok intelek, seperti nila setitik, rusak susu sebelanga. Dalam bahasa kampung, satu orang salah, semuanya kena.
Contoh sederhananya,
si Acong (suku tionghoa) yang berasal dari Medan melarikan uang dari teman bisnisnya.
si Ali (suku tionghoa) yang berasal dari Medan menjatuhkan harga barang A untuk menjatuhkan bisnis saudaranya.
Kesimpulannya, Cimed itu semua penipu, tega makan saudara, bajingan semua! (sederhana bukan?)
Sampai sini, perasaan kalian excited ga? Menyenangkan bukan? Makanya gua bilang, generalisasi itu menyenangkan. Karena apa? karena untuk melakukannya, kita tidak perlu berpikir jauh, menghindar dari kewajiban kita untuk berhati-hati, dan lagi, itu memang sudah sifat dasar manusia (nah loh generalisasi lagi).
Mau gua kasih contoh lagi? Orang Amerika itu gila perang, Yahudi itu iblis, orang Batak itu kasar, orang Bali itu jujur, Sekularisme itu anti agama, semua Ateis itu bisa berbuat jahat dengan mudah karena mereka tidak ada sesuatu untuk ditakutkan, orang kaya itu sombong, orang miskin itu malas, dll. Kalau mau di cari contohnya, bisa-bisa space hosting Saya akan penuh dengan cepat. (berlebihan ga?)
Kalau orang bilang generalisasi itu ada baiknya karena membuat kita lebih berhati-hati, Saya lebih suka berpendapat sebaliknya, kita menggeneralisasi sesuatu karena kita tidak suka untuk berhati-hati. Kita lebih suka untuk menghindari kelompok tertentu daripada tetap berbaur dengan mereka dan tetap berhati-hati, karena setiap orang punya potensi untuk bertindak salah, bukan?
Dalam sebuah bentuk generalisasi, kita lebih memilih untuk mengabaikan kesalahan oleh individu dalam kelompok kita dan mengabaikan kebaikan oleh individu dari kelompok lain. Kalau sudah begini, masing-masing baru mengatakan, “Toh, semua orang tidak lepas dari kesalahan.” ??
Tentu umum kalian mendengar komentar syukur untuk musibah yang menimpa Amerika, Yahudi, Arab, Malaysia, dll. Dan terutama Amerika, hati yang mendengar menjadi sangat sejuk kalau negara ini porak poranda oleh bencana alam. Katanya sih itu hukuman dari Tuhan. Kalau bencana di Aceh? Oh.. itu bukan hukuman, itu cobaan. Dasar sompret!
Makanya jangan heran dan jangan sedih kalau orang Indonesia itu dikatakan teroris, munafik, pemalas, koruptor semua, dll. Pokoknya bangsat lah..















October 24th, 2007 at 6:50 pm
ganyang malaysia
October 25th, 2007 at 10:06 am
Setau saya dek Pendy ini ateis, tapi kok ga keliatan jahat ya ?
This is one of ur best posting, straight to the pain and point !
October 25th, 2007 at 11:52 pm
@Anang
Ganyang Indonesia..
@Jiewa
Berarti kalau mau posting memang harus ada emosi kali ya?
(jadi malu dibilang good posting)
October 26th, 2007 at 10:42 am
Oh iya, saya pernah baca tips menulis blog.. salah duanya :
1. be polite
2. be offensive
pilih salah satu saja ya..
tapi biasanya yg offensive lebih cepat populer. Aku jadi kepikiran ide menelurkan blog yg artikelnya banyak misuh2 dalam berbagai bahasa planet. Mau ? 
October 27th, 2007 at 12:52 am
@Jiewa
Waduh jangan Jie, blog mu yang polite aja udah rame gitu kok.
ngeblog itu pada dasarnya ada take and give juga. Kita berpartisipasi (komentar) di tempat lain, mereka melihat komentar kamu, mereka jadi tertarik/ penasaran sama kamu, kemudian jalan2 ke tempat kita, kemudian mereka juga memberikan komentar. Aku rasa sesimpel itu kok.
(Jangan kaya gua yang lumayan sering jalan2, tapi jarang komen hehehe..)
October 27th, 2007 at 1:41 am
Itu istilah kerennya feeding, alias ngumpan.. sukur2 kalo umpannya dimakan hihihi..
Kecuali kalo udah kadi celeb blog ya, tinggal Take aja.. kekeke..
Aku bener2 pengen lho bikin blog offensive, buat media release stress gw juga
hmm.. beli domain ahh…
October 27th, 2007 at 1:44 am
eh eh.. dek pendy, aku minta no gsm & cdma sampeyan yg bisa dihubungi, sapa tau ada gang dao yg bisa dishare .. (mail me at gmail)
October 27th, 2007 at 2:40 am
@Jiewa
Tapi Saya coba kasih saran, tampil anonim saja.
Salah satu yang Saya sesalkan dulu saat buat blog adalah bukan anonim. Jadi sedikit bimbang kalau ngangkat isu yang sedikit sensitif di sekitar gua. hehe..
Ok, untuk no. telp, I’ll send U, soon.
October 28th, 2007 at 8:43 pm
Sudah lama tak mampir, habis di google readerku nggak ada RSS nya kamu sih.
Kalau nggak diingetin Jie, aku lupa kalau ada Blogkayu.
Maap
Well gimana generalisasi tentang orang Madura?
Madura:
Kasar, Tolol, Egois, Suka Carok.
Bener nggak?
November 19th, 2007 at 12:14 am
@eveleyn
Makanya agak males deket2 kamu, udah kasar, sekarang ditambah ada guk guk nya lagi..
*lirik2 Marcel
December 16th, 2007 at 12:17 pm
asik-asik tulisannya…
kayaknya kamu kudu ngambil kelas Komunikasi Lintas Budaya di fikom deh…
hahaha… semakin merasa salah jurusan?
December 16th, 2007 at 3:09 pm
@ria
Tidak tidak.. tujuan akhir tetap jadi saudagar hehehe..
Menulis itu hobby, atau pelampiasan. Walaupun kalau bisa dilakukan dengan baik juga.
Jangan bandingkan tulisan kamu ria, jauhhhhhh…..
July 27th, 2008 at 7:19 pm
penyakit banyak manusia nih, generalisasi, tau kenapa? karna banyakan matematik sm statistik