You Got Punk’d, Indonesian Police!

Kata orang doeloe, atau kata pepatah, atau pribahasa mengatakan.. (nggak tau juga bedanya apa?)

Intinya.., Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Atau dalam versi lainnya..

Sepandai-pandai menyembunyikan bangkai, bau busuknya pasti akan tercium juga.

Pribahasa di atas sangat cocok kalau kita melihat video ini, oknum perwira polisi kita tertangkap melakukan penyuapan terhadap turis Kanada di Bali.

[youtube:http://www.youtube.com/watch?v=q4j0Hg8eFsc]

Berikut adalah transkrip yang di dapat dari Detik.com:

“Anda dari mana?”, tanya polisi yang mencegat di pinggir jalan.
“Kanada.”, jawab si turis.

Selanjutnya polisi tersebut menyeru, “Sir.. sir…!” (Tidak ada kalimat berikutnya, tapi isyarat). Rupanya polisi mengajak dua turis Kanada itu masuk ke dalam kantor… untuk dihadapkan dengan superiornya. Seorang perwira tentu saja.

Di sinilah inti film di Youtube menarik diamati, bagaimana modus perwira polisi memperoleh uang secara ilegal. Dengan pakaian dinas, dengan identitas yang jelas, dia beraksi. Apa yang rutin dialami oleh rakyat Indonesia terjadilah…

“Anda tinggal di mana?”, tanya si perwira.
“Agung Villa Seminyak.”, jawab si turis.
“Anda tidak punya surat izin mengemudi?”
“Tentu saja saya punya, tapi tidak saya bawa.”
“Dimana?”
“Di hotel.”
“(Surat mengemudi versi) Yang kecil, apa yang besar?”, cecar si perwira dengan bahasa Inggris terbatas, disusul tawanya yang berderai.
“Saya bodoh ya.”, cetus si turis.

“Ok, sekarang saya memberi kamu dua opsi ya. Pertama, kamu membayar denda di sana, di Denpasar, (atau) kedua, kamu membayar denda di sini. Kalau kamu membayar di Denpasar, kamu akan repot, sebab harus berurusan dengan Yustisi segala macam. (Di sini) Saya haruskan kamu cukup membayar Rp50.000,- saja”.

Turis dari Kanada itupun akhirnya merogoh kocek dan menyerahkan uang lembaran Rp50.000,-. Sementara sang perwira tertawa ramah. Keramahan khas Indonesia.

“Itulah tadi hukum Indonesia.”, komentar sinis si turis pada penutup.

Di satu sisi Saya menduga, sebenarnya ini adalah permainan kreatifitas pemerintah Indonesia, bekerja sama dengan agen-agen wisata dari luar negeri serta memanfaatkan saluran video sharing dengan akses global dan murah, guna mempromosikan pariwisata Indonesia dengan memperkenalkan kelebihan dalam konsep birokrasi nya, yaitu Just-In-Time Birocracy.

Yaitu konsep dimana, hal-hal jang mengenai penanganan pelanggaran, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Cukup Rp.50.000,-, kita sudah menunaikan hukuman pelanggaran kita. Sisanya biarkan mereka yang atur..

Related Posts

Leave a Reply

Creative Commons License Page Ranking Tool Valid CSS! Wordpress.org Firefox KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia blog-indonesia.com