Facebook, Satu Langkah di Depan
Aduh aduh.. beberapa hari ini Saya mendengar/membaca lebih sering kata Facebook, membuat Saya akhirnya mencoba untuk mencicipinya. Meskipun tidak semanis atau seasin yang kalian kira, karena ini memang bukan makanan (sorry jayus).
Well.., sepertinya Saya yang terlalu meremehkan kalian? Sorry ya kalau gitu..
Jadi, Facebook itu sama dengan Friendster atau MySpace. Sama-sama situs pertemanan yang memungkinkan penggunanya untuk tetap berhubungan dan mengetahui perkembangan dari teman-temannya. Terutama teman-teman lama yang dulunya sempat hilang di antah berantah sana. Jadi kita seperti mempunyai album kenangan sekaligus buku harian di mana kita bisa berbagi cerita/kegiatan kita ke teman-teman kita yang lain, begitu juga sebaliknya.
Nggak cuma itu, kita bisa memperluas pergaulan kita dengan berkumpul dengan orang-orang satu sekolah, satu kampung halaman, satu kota, dan satu negara. Juga yang se ide, se hobi, se iman, se tuju (sorry jayus lagi), atau mungkin se gila kamu (bukan gua).
Kita bisa juga mempunyai binatang peliharaan online, pelihara zombie untuk kemudian ditarungkan dengan yang zombie lain, bahkan kita bisa memelihara budak! Membuat aquarium, bermain games dengan teman-teman, mengganggu mereka, gigit mereka, tampar mereka, memberi mereka hadiah, menjual barang, berdiskusi, dan lain-lain.
Semua isi paragraf di atas, bisa kalian lakukan dengan Facebook. Saya rasa inilah istimewanya kalau dibandingkan dengan Friendster. Jadi kalau kalian bisa menghabiskan waktu lama di Friendster hanya untuk melihat profile orang-orang, merubah template, dan mengisi Bulletin Board, maka Saya jamin kalian akan semakin addicted dengan Facebook ini.
Facebook setahun terakhir ini semakin populer karena mereka akhirnya mau menerima pengguna dari seluruh dunia (11 September 2006), dari sebelumnya masih tertutup untuk mahasiswa dari Universitas-universitas yang tergabung dalam Ivy League (isinya Universitas top semua loh..) di Amerika sana. Jadi jangan heran kalau pengguna dari Indonesia masih sedikit. Tapi dengan fasilitas mereka sekarang, Saya rasa orang-orang Indonesia cepat atau lambat akan mencobanya.
Jadi kenapa tidak di mulai dengan kamu-kamu yang membaca ini?
NB:
Post selanjutnya akan Saya jelaskan bagaimana mengintegrasikan Facebook dengan platform WordPress ini.

















December 16th, 2007 at 12:09 pm
wah jadi pengen gabung…
pembimbing skripsiku jg sibuk mempropagandakan facebook…
December 16th, 2007 at 3:13 pm
Kalau udah gabung kabar2, ria.. nanti aku add