Malam 25 Desember
Tanggal 24 Desember itu orang-orang biasa menyebut malam 25 Desember. Sama dengan hari Sabtu, orang bilangnya malam Minggu. Malam Jumat Keliwon? Itu hari di mana hantu-hantu pada kongkow-kongkow sambil isengin orang lewat. Dicolek sekali *jedorrr - suara petir*, kamu-kamu pada kelihatan sakit ayan deh.. Nggak percaya? Ya udah.., gua emang asal ngomong kok. Terus kenapa harus membahas tanggal 24 Desember? Ya suka-suka gua lah.. Kan gua yang punya blog ini..
Intinya gua agak marah, teman-teman pada punya acara sendiri-sendiri. Kemana lagi kalau bukan ke gereja? Tapi ah.. pasti bohong, pasti pada dugem semua tuh.. gayanya aja ke tempat ibadah. Padahal… *ya mungkin memang ke gereja kali ya?*
Kalau gua bingung itu wajar. Toh sekarang itu, udah nggak kelihatan lagi bedanya dandanan ke tempat yang sering mati lampu itu *orang suka nyebutnya diskotek* sama ke konser band indie label di Gereja-gereja se tanah air. Mungkin pikirnya toh.. sama-sama keluar uang juga, satu uang masuk, satunya uang sumbangan. Rugi dong kalau pulang nggak dapet nomer kontek ce/co kece.. *emang ada ya?*
Eh.. plz deh.. kalian nggak percaya omongan gua di atas kan? Gua nggak bercanda lagi.. *cuma coba melucu yang nggak lucu*
Yang benar itu, mereka hanya ingin memberikan saran yang terbaik untuk Tuhan mereka, “Tuhan, ini loh.. model baju yang lagi in. Jangan telanjang dada terus, nggak baik buat paru-paru.”
Biar agak ketat, toh supaya kelihatan langsing. Agak pendek dikit, biar kaki kelihatan panjang. Bungkuk dikit.. *pretttt.. - bukan suara kentut*, CUMA masih belahan pantat yang kelihatan kok.. *busettt*
Sadar dong, Non. Kalau memang mau diperlihatkan, pakai dong yang model G-String, C-Minor, E-Cress, dll. Itu-itu semua masih masuk kategori enak dilihat *atau enak didengar ya?*, tapi kalau sudah model CD pinjaman turun-temurun dua generasi lalu, gimana kita bisa merenung dengan khusyuk?
Ok ok.. kembali ke tanggal 24 Desember. Jadi beginilah sedihnya kalau nggak ada keluarga di malam yang katanya penuh kasih ini. Ada yang kasih makan, kasih uang, kasih kado, kasih keperawanan, dan kasih-kasih yang lain deh. Mau coba rusak rumah tangga orang, takut di arak keliling kompleks. Padahal maksud gua cuma mau ikut makan malam di rumah sepupu. Mau telepon teman, ehh.. kebentur ego, takut dikira anak buangan. Ehh salah.. bukan itu alasannya, cuma gua nya lagi nggak punya HP. Aduhhh… sapa sih yang nyolonggg??
Tapi ehhh.. nggak lama, tiba-tiba telepon berdering. Dan nggak nyangka.. ternyata datang dari teman gua *emang siapa lagi?*, anak buangan juga dari Waingapoe. Akhirnya di telepon kita terlibat sharing, alunan lagu syahdu dari komputer mengiring sebagai background music, mirip sinetron deh..
Kesimpulannya kita sepakat, kita nggak boleh kelihatan kalah nasibnya sama teman-teman lain yang punya keluarga.
“So.., What should we do?”, kira-kira begitu ucapnya waktu itu, yang pasti dia ngomongnya pakai bahasa Indonesia.
Ditanya begitu, gua juga jadi bingung. Emang mau main pedang-pedangan di kamar? tapi kayanya masih nggak boleh sama MUI, ama Geraja, Ortu juga kayanya nggak boleh. Yang pasti gua juga nggak mau lahh.. *ada-ada aja*
Habis gitu dia yang kasih saran, “Gimana kalau main stick-stick an aja??” *gua jadi bingung apa bedanya ama pedang-pedangan?* 1/1.000.000 detik kemudian gua nyambung, dia ngajak gua billiar *lagi, lagi, dan lagi*
Kalau dipikir-pikir sih ya tetap aja kelihatan aktasu *akhir tahun suram* dong.. Tapi gimana lagi? Kalau diganti ngineks.., takut kecanduan. Mau judi.., takut kehabisan. Mau main layangan.., nggak kelihatan. Mau main Remote Control.., eh.. ternyata sama-sama nggak punya.
Yasud.. malam 25 Desember kita main billiar deh… nasib…
NB:
Met Natal bagi mereka yang merayakan, dan semoga kuasa kasih terpancar terus kepada orang-orang di sekitar kita.















December 27th, 2007 at 10:49 am
Lebih parah saya Dek Pendy, cuma dirumah doank.. Zz.. 3S : sunyi sepi sendiri.
December 27th, 2007 at 2:20 pm
Wew.. hampir sama lah.. hehe..
Tahun baru ke mana boz?
Gua mau ke Jakarta lagi nih (mungkin Bandung juga).
Ada spot makanan enak nggak?