Medan Riot in Memoir
Saat membaca tulisan Ria tentang Mari Mendukung Gerakan Peaceful Indonesia, jadi mengingat-ingat kejadian lebih dari satu dekade silam, di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Kerusuhan di Medan sudah terjadi jauh sebelum tragedi Mei 1997 di Jakarta.
Medan pada masa itu masih ‘primitif’. Kenakalan bersifat SARA sudah ‘umum’ bahkan oleh anak-anak kecil. Yang paling ditakutkan oleh anak seumur jagung seperti Saya saat itu adalah pemalakan. Masih ingat ketika itu Aku dan teman-teman memutuskan belajar berenang di sungai. Perjalanan ke sungai memakan waktu sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, dan melewati rel kereta api yang sudah tidak aktif. Tentu saja orang tua tidak pernah tahu tentang hal ini. Kalau sampai itu terjadi, siap-siap saja dikurung dalam rumah, dan orang tua yang satu akan mulai mencibir anak yang lainnya, karena dianggap membawa pengaruh buruk terhadap anaknya. Semua sama saja, cenderung lebih suka menyalahkan orang lain. Read more








